Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

SERUAN WAKTU



KETIKA WAKTU KIAN MENIPIS
KUTERJAGA DALAM KENISTAAN
KABUT YANG MENGEPUNGKU
KINI RUNTUH MENJADI KATA-KATA

PAGI BERKEMBANG DAN BERBUNGA
HATIKU HANCUR LULUH KARENA AMARAHMU
KARENA GERAM MURKAMU KU REMUK-REDAM

HARIKU LENYAP DALAM AMARAHMU
TAHUNKU HILANG BAGAI NAFAS
MANUSIA LENYAP BAGAI MIMPI
BAGAI RUMPUT YANG DISABIT

MAUT BUKANLAH KABUT YANG MENGENDAP-ENDAP
TAPI SALJU YANG BERLONCATAN BAGAI WAKTU
BERANJAKLAH DAN JANGAN MENENGOK

BATU YANG DIBELAH  DAN HANCUR DITANAH
DEMIKIAN HATIKU HANCUR LEBUR
DI MONCONG MAUT

DUPA ADALAH DOAKU
YANG MEMBUBUNG KEHADAPANMU
TANGAN YANG KUTADAHKAN
KUTERIMA LAKSANA KURBAN PERANG

KUBAH MASJID DAN RUNCING MENARA KATEDRAL
TENGGELAM DIBALIK PERBUKITAN
SENJA MENGENTAL DALAM SEGELAS KOPIKU
KUREGUK SEBAGAI PUISI YANG PAHIT

MAUT BUKANLAH KATA-KATA
TAPI DOA YANG MEMANCARKAN
BAGAI CAHAYA SORGA

MIMPI, IMPIAN
HILANG TERTELAN MALAM
KETIKA WAKTU TELAH MEMANGGIL

Oleh : ROBERTA ANJELIKA
Share:

Jumat, 18 Januari 2019

Pejuang Malam


Gelap tak cukup memberiku ketakutan
Dia hanya akan memberiku kepekatan
Gelap tak mengubah hidup ku kelam
Dia akan memberi sedikit cahaya temaram

Malam tidak berjanji memberiku terang
Dia hanya bisa membantuku tenang
Malam tak membuat ku bebas memandang
Meski selalu memberi beribu bintang

Aku terpanggil menghadapi gelap
Ketika kau terbaring dalam senyap
Aku terjaga menunggui malam
Saat kau dibuai mimpi yang dalam

Di tengah kelam ku dekap sunyi
Berteman kopi ku cari arti dalam diri
Detik berdetak lirih mengganggu sepi
Perlahan mengiring waktu berganti

Gelap akan hilang berganti terang
Akan usai bagiku waktu bertualang
Malam segera hilang berganti pagi
Terpejam mata ku ke alam mimpi

Ku lihat terang yang tak begitu panjang
Sebentar saja lalu ia pun menghilang
Tiba kembali waktu ku berjuang
Hingga esok hari baru menjelang

Oleh : Fransoe
Share:

Selasa, 27 November 2018

Penghuni Kamar (Sebuah Puisi Tidak Menarik)

Manusia Kamar (source : google)

Tidak, bukan aku menghindari kenyataan
Tidak, bukan aku menarik diri dari percakapan
Tidak, bukan aku lari dari peradaban
Tidak, bukan aku takut keramaian


Di sini aku tetap menghadapi kenyataan
Di sini aku larut dalam percakapan
Di sini aku menciptakan peradaban
Di sini aku mendengar suara keramaian

Mengapa kau tidak lari keluar?
Tidak!! Mulutku mudah berkoar tanpa sadar
Otak ku tidak lebar, namun kupingku mudah terbakar
Jangan membuat ku gusar dan menjadi onar


Jangan paksa aku tetap keluar
Biarkan terjatuh, terbanting dan terkapar
Lalu bangun dengan pikiran yang sepenuhnya sadar
Biarkan aku bangkit belajar untuk menjadi benar


Oleh : Fransoe
Share: